Selasa, 01 Juni 2010

Juni 2010 diawali dengan kekerasan

Begitu santer nya berita kekerasan di negeri ini maupun di dunia pada umumnya, apakah ini yang dimaksudkan dengan akhir jaman.
Seperti kekerasan Koja Tanjung Priuk akhir-akhir ini, berikut nya kekerasan di Duri Kosambi Cengkareng, sama-sama mengakibatkkan kerugian baik materi atau nyawa manusia.
Jika kita tengok apakah ini ciri baru bagi negara Indonesia, yaitu mengedepankan Kekerasan, mengapa saya katakan seperti ini. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana para anggota dewan yang notabene Wakil Rakyat-pun juga melakukan hal yang sama, Kekerasan selalu meyertainya baik dalam rapat dewan maupun rapat komisi. Adu mulut hingga adu otot bahkan bukanlah hal yang aneh untuk disaksikan publik. Secara tidak langsung anggota dewan telah memberi contoh nilai kekerasan bagi masyarakat.
Menelusuri bagaimana kondisi masyarakat kita, begitu mudah nya disulut dengan isu suku, ras atau agama, tidak lepas dari kondisi ekonomi, mengapa kondisi ekonomi mereka ? Ya, mereka selalu dipaksa untuk membeli komoditi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin mahal, sedangkan daya beli justru menurun, karena ketidakberpihak nya Pemerintah kepada rakyat.
Kebijakan-kebijakan yang hanya berpihak kepada segelintir orang. Membiarkan perut rakyat nya lapar, jika kondisi sudah begini adanya maka disulut dengan isu yang sensitif akan terjadi pergolakan kekerasan. Faktor nya sungguh komplek.
Jadi siapa yang salah ?

Begitupun di Gaza, kekejaman Israel sungguh memilukan, serasa Israel tidak punya hati. Kekerasan begitu erat dengan hidup nya. Israel menyerang Kapal Mavi Marmara yang mengangkut rombongan aktivis untuk pengiriman bantuan ke Gaza, Israel pada Senin (31/5/2010).

Sungguh terkutuk Israel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar