Sabtu, 25 Mei 2013

PESTA THE BAVARIAN

TIGA KALI LEBIH MAHAL,  WAJAR MUNCHEN SABET GELAR

           Sudah bisa ditebak bagi saya kegagalan di final tahun lalu menjadi pelajaran berarti bagi Robben dkk, untuk tidak mengulangi nya final tahun ini, Wembley yang ditunjuk sebagai tempat gelaran final UCL 2013 telah menjadi saksi biksu kekuatan Munchen di ajang tertinggi benua biru. Dengan deretan pemain mahal 3x lipat dari harga belanja pemain Dortmund, tidak dipungkiri jika Munchen mampu menghempaskan si Kuning-Hitam dengan selisih satu gol FT 1-2. 
        Adalah striker timnas Kroasia Mario Mandzukic yang membuka pesta Tha Bavarian dengan gol nya pada menit ke-60 memanfaatkan assist Robben, delapan menit berselang Dortmund membalas melalui titik putih dari kaki Ilkay Gündogan.  Pertandingan seakan selesai ketika Robben sukses mengecoh Roman Weidenfeller di 1 menit sebelum waktu normal berakhir. Trophy ke lima Munchen tahun ini berarti menyamai koleksi perolehan si kuping besar milik Liverpool, tim Inggris paling sukses di kancah Eropa.

        Musim ini Bundesliga dan UCL telah berhasil direngkuh The Bavarian dibawah asuhan Jupp Heynckes, bahkan Treble Winner mampu diraih Munchen tahun ini jika mampu habisi Stuttgart 02 Juni 2013 nanti di Final DFB Pokal Piala Jerman, pun demikian Jupp Heynckess tidak melanjutkan kepelatihan nya untuk mendampingi Munchen meraih Trophy lebih banyak lagi. Munchen sudah menunjuk Pep Guardiola sebagai suksesor nya musim depan, dengan perpaduan Prestasi Pep serta solid nya permainan Munchen ditambah amunisi baru Gotze yang sudah positif bergabung dengan Munchen, sudah dipastikan Munchen akan menjadi kekuatan yang lebih baik dari Barcelona dua/tiga tahun yang lalu. (dst99)

Selasa, 23 Oktober 2012

( Drs. Soeseno MM )

PENGERTIAN PENDIDIKAN

1.Secara Etimologi (Asal-usul kata menurut bahasa)
A.Dalam Bahasa Yunani Kuno
(1) Paedagogiek (Ilmu Pendidikan - berkaitan dengan teori kependidikan)
Paedagoiek : berasal dari kata Pais = Anak
                                              Agogos = Penuntun
 Jadi, Paedagogiek = Ilmu menuntun / membimbing anak
(2) Paedagogie (Praktek/ Tindakan/ Pelaksanaan Pendidikan)

B.Dalam Bahasa Inggris
Educate: Mendidik/ melatih potensi anak yang dibawa sejak lahir

C.Dalam Bahasa Romawi (Educare)
Membawa keluar potensi anak

D.Dalam Bahasa Belanda (Opvoeding = memberi makan)
yakni menumbuh kembangkan jasmani dan rokhani

E.Dalam Bahasa Jawa (Panggulo Wentah)
Mengolah/ Mematangkan - Cipta, rasa, karsa dan watak

F.Dalam Bahasa Jerman (Erzichung)
Mengeluarkan/ menuntun potensi anak

Kesimpulan : Pendidikan adalah menumbuhkan jasmani mengembangkan rokhani anak yang belum dewasa untuk mencapai ked.

2.Secaara Teminologi : (Batasn/ Definisi menurut para ahli)
A.Ki Hajar Dewantoro
Pendidikan : tuntunan terhadap semua potensi kodrati yang ada pada anak untuk dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

B.Prof. Brojonegoro
Pendidikan : tuntunan kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan jasmani dan rokhani.

C.Drs. D.Marimba
Pendidikan : Bimbingan/ tuntunan/ pimpinansecara sadar terhadap perkembanagn jasmani dan rokhani anak, menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

D.M.J.Langeveld
Pendidikan : pertolongan yang diberikan secara sadar sengaja terhadap pertumbuhan anak yang belum dewasa menuju kedewasaan dalam arti mandiri dan bertanggung jawab.

E. Bardasarkan UU No.20 Tahun 2003 pasal 1/1 tentang Sisdiknas
 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.


Kamis, 11 Oktober 2012


LIVERPUDLIAN TULUNGAGUNG
Pertemuan Pertama

•Sabtu,13 Oktober 2012
•Jam 19:30 WIB
•Di→TRIDENTE BEJI,UTARA SMKN 3,SELATAN PASAR BURUNG


No  Nama Ph 1 Nur Prasetyo Liverpudlian  085736245234 
 2 Faiz Ananta  081938940888 
 3 Culun Boy Arman  083877647556 
 4 Rama Liverpudlian  085755276153 
 5 Erlangga Trilaksana Purnama  085336808558
 6 Bagas Pamungkas  081938957644 
 7 Yoga Anfield Prasetya  085736477364  
8 Rizal Rochman Firmansyah  085736280558 
 9 Dima Si Liverpudlian  085790534706
 10 Ainosukeshippo Liverpudlianssejati Neverwalkalone  085749041039
 11 Sang Pangeran Lasbas  085706539872 
 12 Ryan Adipati  085745299903 
 13  zhie gotheng ::  085655284746 
 14 Dwi Sutikno Liverpudlian   085235552283 
 15 Chizh HaNny LiverpudLians  082157244453
 16 Marga R. Puspito Sar  087755113936
 17 Mamat Bagus Dewe  085749136716 
 18 Fajar Bungglon Liverpudlian'z  087755246569                           

Semoga kalian semua bersedia datang, dan menjadi Keluarga Besar LIVERPUDLIAN TULUNGAGUNG

Pengalaman Pertama Kuliah Di Fakultas Pendidikan STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Pengalaman baru ketika saya memutuskan untuk malanjutkan study di STKIP PGRI TULUNGAGUNG, semenjak resign dari PT.Idealife Makmur, praktis kegiatan hanya kuliah untuk 3 semester ke depan, sengaja semester pertama ini ingin fokus kuliah, denga kapasitas yang  gemuk, Yakni :
Semester pertama 26 SKS, dengan 12 Mata Kuliah, wow,,,,,
baru kali ini saya ambil 12 Mata kuliah dalam satu semester, biasanya hanya 8 atau 9 mata kuliah.

Ada sedikit perbedaan ketika memasuki area kampus, terlihat mahasiswa yang ramah tamah (seperti budaya murni Banga Indonesia hehe.....) Bpk security yang sopan. tapi,,, sumpah tidak ada satu pun yang saya kenal.

Satu hari dua hari berlalu masa perkuliahan, disana mulai kenal dengan mahasiswa, mulai dari tingkat/ semester satu hingga mahasiswa semester tujuh. Maklum mahasiswa transfer seperti saya tidak punya komunitas yang tetap. Perlahan tapi pasti saya bertemu dengan kawan lama, teman dari BLK sejak 2006 yang lalu baru kali ini bertemu lagi Agung namanya, alumni SMU Boyolangu 2004 ini, menggeluti bidang wirausaha semenjak 2006 yang lalu. Agung kuliah di Prodi Eknomi sama seperti saya.

Hari berikutnya jumpa dengan Adam Malik, tidak lain adalah temen semasa di STM, di SMKN 3 Boyolangu dulu kami belajar bersama dalam satu kelas. 2 TMPK1 dan 3 TMPK1, Adam Malik kuliah di Prodi Matematika semester 7 sekarang. Saat akan sholat ashar di jam istirajhat bertemu dengan Jainal Abidin, Jainal juga teman semasa di STM, dia kuliah di Prodi Matematika sama seperti Adam Malik.
Lambat-laun banyak mahasiswa/i yang akrab, karena setiap hari saya pindah ruang dan pindah kawan di kelas..

 Para Dosen juga cakap dalam menyampaikan materi, dan proses belajar lancar. Tidak lupa Dosen memberikan tugas, dari 12 mata kuliah hampir semua dosen memberi kan tugas mulai dari Makalah untuk presentasi hingga makalah untuk seminar. Hingga detik ini pun saya sedang membuat tugas....









Sabtu, 02 Oktober 2010

Rusuh di Negeri yang Ramah Tamah

Sudah berulang kali telinga kita akrab mendengar "kekerasan" di negeri yang dibilang negeri ramah tamah, tiga peristiwa beruntun, sejak kasus HKBP di Ciketing Bekasi, kerusuhan di Tarakan dan kasus "Blowfish" di Ampera.
Hampir ketiganya itu sama-sama mengedepankan kekuatan otot, bukankah negara kita negara hukum? mereka seakan merasa kebal hukum. Kembali ini semua adalah tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat pada umumnya yang harus menjujung tinggi toleransi antar suku maupun toleransi antar umat beragama, dan tanggung jawab penjaga stabilitas keamanan, baik TNI maupun POLRI pada khususnya. Takbisa lepas dari tanggung jawab adalah pemegang kekuasaan tertinggi yaitu Presiden SBY, Mengapa? dalam era kepemimpinannya stabilitas keamanan adalah selalu digembar-gemborkan sebagai sebuah kesuksesan pemerintahannya, selanjutnya bagaimana dengan kerusuhan-kerusuhan dewasa ini yang semakin sering terjadi. Seakan bangsa ini mengalami kemunduran dalam hal kerukunan antar umat beragama dan suku/ras. Dapat kita uraikan seperti ini : (1).Kasus HKBP di Ciketing, adalah benturan antara ke dua agama yang berbeda, sebenarnya kebenaran akan penyebab ini sangat kontroversi, sebagai rumornya adalah dipersulit atau diabaikan dalam per-izinan pendirian rumah ibadah. (2) Kerusuhan Tarakan, benturan budaya dan kecemburuan sosial diperkirakan menjadi latar belakang kerusuhan di Tarakan, Kalimantan Timur. Berawal dari masalah pribadi dan seterusnya menuai dendam, sehingga begitu cepatnya kerusuhan ini meledak. (3).Kasus "Blowfish", adalah kasus yang dipicu sejak 04 April 2010 insiden yang terjadi di diskotek Blowfish yang dianggap sepele, menurut rumor yang beredar pihak keamanan diskotek berselisih dengan anak orang penting bahkan timbul pembalasan ke-esokan harinya, bisa dikabarkan lebih lanjut masalah ini juga ada hubungannya antara geng perebutan kawasan parkir. Jelas pelaku kerusuhan adalah orang sewaan yang dilengkapi dengan parang dan samurai, bahkan ada senjata api disana yang dimilik oleh pelaku kerusahan "Blowfish".
Timbul pertanyaan dihati kita, masihkah ada perdamaian anatar anak bangsa di bumi pertiwi ini. Sungguh banyak kasus kekerasan yang merebak ke permukaan. Mulai anak sekolah, warga, pejabat, hingga petinggi negeri, semuanya rusuh, apa yang salah dengan bangsa ini ?

Selasa, 17 Agustus 2010

Ironi di HUT RI ke-65

Belum selesai masalah "bom" bersubsidi 3kg, masalah terorisme (penangkapan Abu Bakar Ba'asyir kaitannya dengan pidato SBY), tingginya harga kebutuhan pokok, kenaikan listrik, mahalnya biaya pendidikan namun sempitnya lapangan kerja, justru muncul "pelecehan" terhadap kedaulatan NKRI yaitu pencurian ikan oleh nelayan Malaysia. Ironi sekali bahwa lagi-lagi kelemahan RI terhadap hal seperti ini, yaitu pada akhirnya hanya "ditukar guling" antara 7 (tujuh) orang nelayan Malaysia dengan 3 (tiga) Staf KPP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Padahal sudah jelas nelayan Malaysia itu mencuri ikan di perairan NKRI.

Rabu, 16 Juni 2010

Video mirip artis yang meresahkan bangsa Indonesia

Satu hingga dua minggu terakhir ini, media diramaikan dengan berita video mirip Ariel, Luna dan Cut Tari.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa video "Peterporn" itu sangat memiliki efek yang besar bagi pengaruh pergaluan anak-anak remaja di Indonesia. Tiga puluh menit yang lalu saya mendapat kabar dari Trans7, bahwa sepasang mahasiswa di Lamongan tertangkap kamera melakukan perbuatan mesum di dalam ruang kuliah dan lebih tragis nya juga sepasang siswa SMP di Garut melakukan hal yang sama di toilet GOR.
Terbukti apa yang sudah dikhawatirkan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan para orang tua pada umumnya sudah terjadi, maka pantaskah jika para pelaku harus dihukum seberat-berat nya sesuai hukum yang benar dan tepat.
Ada hal yang menggelitik bagi saya, ironi sekali, yang mana betapa yakin nya sebuah pihak menebak seorang teroris hanya melalui video yang remang-remang atau webcam yang kurang begitu jelas dan yakin untuk tembak mati ditempat. Tetapi betapa sulit nya memastikan siapa pelaku/pemeran video mesum mirip artis ini. Yang hampir bisa dipastikan 99% pelakunya.
Ada apa dibalik ini semua ?