Sabtu, 02 Oktober 2010

Rusuh di Negeri yang Ramah Tamah

Sudah berulang kali telinga kita akrab mendengar "kekerasan" di negeri yang dibilang negeri ramah tamah, tiga peristiwa beruntun, sejak kasus HKBP di Ciketing Bekasi, kerusuhan di Tarakan dan kasus "Blowfish" di Ampera.
Hampir ketiganya itu sama-sama mengedepankan kekuatan otot, bukankah negara kita negara hukum? mereka seakan merasa kebal hukum. Kembali ini semua adalah tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat pada umumnya yang harus menjujung tinggi toleransi antar suku maupun toleransi antar umat beragama, dan tanggung jawab penjaga stabilitas keamanan, baik TNI maupun POLRI pada khususnya. Takbisa lepas dari tanggung jawab adalah pemegang kekuasaan tertinggi yaitu Presiden SBY, Mengapa? dalam era kepemimpinannya stabilitas keamanan adalah selalu digembar-gemborkan sebagai sebuah kesuksesan pemerintahannya, selanjutnya bagaimana dengan kerusuhan-kerusuhan dewasa ini yang semakin sering terjadi. Seakan bangsa ini mengalami kemunduran dalam hal kerukunan antar umat beragama dan suku/ras. Dapat kita uraikan seperti ini : (1).Kasus HKBP di Ciketing, adalah benturan antara ke dua agama yang berbeda, sebenarnya kebenaran akan penyebab ini sangat kontroversi, sebagai rumornya adalah dipersulit atau diabaikan dalam per-izinan pendirian rumah ibadah. (2) Kerusuhan Tarakan, benturan budaya dan kecemburuan sosial diperkirakan menjadi latar belakang kerusuhan di Tarakan, Kalimantan Timur. Berawal dari masalah pribadi dan seterusnya menuai dendam, sehingga begitu cepatnya kerusuhan ini meledak. (3).Kasus "Blowfish", adalah kasus yang dipicu sejak 04 April 2010 insiden yang terjadi di diskotek Blowfish yang dianggap sepele, menurut rumor yang beredar pihak keamanan diskotek berselisih dengan anak orang penting bahkan timbul pembalasan ke-esokan harinya, bisa dikabarkan lebih lanjut masalah ini juga ada hubungannya antara geng perebutan kawasan parkir. Jelas pelaku kerusuhan adalah orang sewaan yang dilengkapi dengan parang dan samurai, bahkan ada senjata api disana yang dimilik oleh pelaku kerusahan "Blowfish".
Timbul pertanyaan dihati kita, masihkah ada perdamaian anatar anak bangsa di bumi pertiwi ini. Sungguh banyak kasus kekerasan yang merebak ke permukaan. Mulai anak sekolah, warga, pejabat, hingga petinggi negeri, semuanya rusuh, apa yang salah dengan bangsa ini ?